Dikatakannya bahwa kelompok musik tersebut ’mungkin telah mencetak rekor’ dengan menggunakan kata-kata mesum dan jelas berkonotasi seksual ”lebih dari 200 kali dalam komentar-komentar di tengah-tengah nyanyian.Korban kemudian diamankan ke pondok pesantren sekaligus menjalani terapi psikologis. Pihak Ponpes menyebut korban sempat linglung dan